CIANJUR – Para pembudidaya ikan air tawar di perairan Waduk Cirata terpaksa panen lebih awal. Pasalnya, kondisi itu dipicu debit air yang terus menyusut bersamaan kemarau panjang sejak dua bulan terakhir.
Wahyudin, pembudidaya ikan di Blok Ciputri Desa/Kecamatan Mande, mengaku terus menyusutnya debit air sangat berdampak terhadap kondisi ikan. Terutama daya tahan ikan yang bisa berdampak terhadap potensi kematian.
“Tidak normalnya air membuat ikan-ikan mabuk karena kadar oksigen berkurang. Dikasih pakan juga tidak mau dimakan,” kata Wahyudin, Rabu, 30 September 2026.
Dia menambahkan, banyak ikan yang mati akibat fenomena alam itu. Dia pun terpaksa melakukan panen lebih awal.
Namun, konsekuensinya Wahyudib harus mengalami kerugian hingga puluhan juta. Sebab, ikan belum waktunya dipanen.
“Ikan yang dipanen paling hanya 50 persen. Kemarin saya rugi hampir Rp60 juta,” ujarnya.
Para petani ikan sudah melaporkan kondisi yang dialami mereka ke intansi terkait. Namun hingga kini belum ada tindak lanjut.
“Sudah laporan ke dinas terkait, tetapi belum ada solusinya,” pungkasnya. (bay)



























































