CIANJUR – Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Cianjur mewaspadai peredaran narkotika di pesisir pantai selatan Kabupaten Cianjur. Lembaga itu pun sudah mempunyai upaya antiaipatif berupa program Desa Pesisir Bersih Narkoba (Bersinar).
Kepala BNNK Cianjur, Muchamat Affan Eko Budi Santoso, mengatakan salah satu program strategis BNN adalah membangun Desa Pesisir Bersinar di
daerah pesisir dan perbatasan negara. Tujuannya untuk mencegah peredaran narkotika di wilayah pesisir.
“Kami rencanakan ada beberapa desa menjadi Desa Pesisir Bersinar,” kata Affan, Selasa, 27 Mei 2025.
Ada beberapa syarat desa menjadi Desa Pesisir Bersinar.
“Di sana harus ada relawan, agen pemulihan, pegiat, serta ada stakeholder yang peduli terhadap bahaya penyalahgunaan narkotika,” ujarnya.
Affan menyebutkan, dengan hadirnya Desa Pesisir Bersinar diharapkan membangun kesadaran masyarakat. Terutama kalangan nelayan yang cukup rentan dimanfaatkan bandar narkoba.
Bahkan, tak sedikit nelayan yang rentan menyalahgunakan karena pekerjaan mereka berisiko tinggi sehingga membutuhkan doping.
“Dengan adanya Desa Pesisir Bersinar, maka masyarakat menjadi waspada dan tidak berani mengedarkan narkotika. Minimalnya mereka memahami dampak bahaya narkoba, kemudian menularkannya ke desa lain,” pungkasnya.
Wakil Bupati Cianjur Ramzi Geys Thebe mengatakan, pemberantasan narkotika di Cianjur tak bisa dilakukan BNNK saja, namun butuh dukungan dari semua pihak.
“Semakin BNNK-nya kerja optimal, dibantu Polri, TNI, maka semakin mereka penjual tak kehabisan akal. Makanya itu tugas kita bersama untuk mencegah peredaran narkoba,” kata Ramzi. (bay)




































































