CIANJUR – Laga final sepakbola antarkampung (tarkam) yang mempertemukan tim Desa Kalibaru dengan Desa Simpang di Lapang Kalibaru Kecamatan Pasirkuda ricuh, Kamis, 1 Oktober 2026. Suporter dari kedua tim terlibat bentrok pada turnamen yang digelar memperingati Hari Jadi Kecamatan Pasirkuda ke-18 itu.
Turnamen memperbutkan Piala Camat Pasirkuda itu diikuti 16 tim yang berasal dari 9 desa.
Berdasarkan informasi, kericuhan terjadi pada menit ke 71 atau 19 menit menjelang berakhirnya pertandingan. Saat itu, Desa Simpang memimpin dengan skor 2-0.
Pemicu kericuhan diduga berawal saat Kepala Desa Kalibaru menarik seluruh pemain keluar dari lapangan. Kericuhan makin meluas setelah kepala desa tersebut diduga melontarkan kata-kata provokatif di tengah situasi yang sedang memanas.
Kericuhan tak hanya berlangsung di dalam lapangan. Di luar lapangan, kericuhan kembali terjadi.
Suporter tim kesebelasan Desa Kalibaru dilaporkan memblokade jalan sehingga suporter dari tim kesebelasan Desa Simpang tidak dapat melintas.
Situasi tersebut kemudian memicu keributan lanjutan di luar arena pertandingan. Pada kericuhan itu, satu orang dilaporkan mengalami luka parah.
Sekretaris panitia, Dudy Rachmansyah, mengatakan keributan sempat berhasil diredam sehingga pertandingan akan dilanjutkan.
“Keributan di lapangan sempat diredam. Bahkan pertandingan akan kembali dilanjutkan. Setelah pemain Kalibaru ditarik, pertandingan akhirnya tidak dapat dilanjutkan,” kata Dudy.
Kapolres Cianjur, AKBP Dr. Akhmad Alexander Yurikho Hadi, memastikan, kericuhan sudah diselesaikan antarkedua belah pihak. Dia memastikan, tidak terjadi korban jiwa maupun luka.
“Tidak ada korban jiwa maupun luka pascakericuhan pertandingan tersebut,” kata Kapolres. (bay)



























































