CIANJUR – Nasib puluhan kepala keluarga korban bencana pergerakan tanah di Desa Waringinsari Kecamatan Takokak Kabupaten Cianjur terkatung-katung. Sejak terjadi bencana beberapa tahun lalu, sampai saat ini mereka belum mendapatkan kejelasan relokasi.
Asep (32), warga setempat, mengatakan bencana pergerakan tanah diawali pada sudah 2020. Bencana terus berulang hingga akhir 2024 yang mengakibatkan puluhan rumah hancur.
“Banyak rumah yang sampai rata dengan tanah. Ada juga yang rusak berat dan tak layak ditempati,” kata Asep, Selasa, 1 September 2026.
Pemerintah sempat telah melakukan pendataan baik untuk perbaikan hingga relokasi. Namun, sampai saat ini belum ada tindak lanjut.
“Dulu sudah pernah didata. Katanya bantuan bakal segera turun. Tapi sampai saat ini masih belum ada bantuan untuk perbaikan rumah,” terangnya.
Para penyintas pergerakan tanah saat ini terpaksa bertahan di rumah yang rusak. Sebagian lagi menumpang di rumah kerabatnya.
“Terpaksa bertahan walaupun berbahaya. Tapi yang rumahnya sudah rata dengan tanah memilih untuk pindah, mengungsi ke rumah saudaranya,” tuturnya.
Asep berharap pemerintah segera merealisasikan janjinya memperbaiki atau merelokasi korban bencana. Pasalnya, baik Pemkab Cianjur ataupun Pemprov Jabar malah memberikan bantuan ke daerah lain yang terdampak bencana.
“Kami seolah dibiarkan. Padahal kami warga Cianjur dan Jawa Barat,” tegasnya.
Bupati Cianjur, Muhammad Wahyu Ferdian, mengaku Pemerintah Kabupaten Cianjur telah berkomunikasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk menangani persoalan tersebut. “Kami dari pemerintah daerah sudah berkomunikasi dengan BNPB,” kata Wahyu.
Dia menyebutkan, BNPB akan melakukan verifikasi terhadap kondisi di lapangan yang rencananya dilaksanakan pada awal September 2026.
“BNPB akan melakukan verifikasi. Insya Allah pada awal September ini,” ujarnya.
Selain berkoordinasi dengan pemerintah pusat, Pemkab Cianjur juga telah mendapat respons dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat.
“Kami membutuhkan dukungan dari pemerintah provinsi dan pemerintah pusat karena wilayah terdampak cukup luas. Dari Pemerintah provinsi pun sudah merespons. Mengingat karena ini terjadinya di wilayah yang luas, kami dari pemerintah daerah perlu bantuan dari pemerintah provinsi dan pusat tentunya,” katanya. (wan)
