CIANJUR – Satu lokal ruang kelas SDN Bojongherang Kecamatan Cianjur terancam ambruk. Saat ini kegiatan belajar mengajar sudah dialihkan ke ruangan lain.
Pantauan di lapangan, atap ruang kelas tersebut hanya disangga dua bilah bambu. Tujuannya untuk menopang agar tidak menimpa para siswa.
Kepala SDN Bojongherang Ucu Fatimah menjelaskan, ruang kelas rusak itu sebelumnya digunakan untuk pembelajaran siswa kelas 5.
“Saat ini bangunannya nyaris ambruk. Bahkan bagian atas atapnya tampak sudah melengkung,” tutur Ucu, Rabu, 30 April 2025.
Kondisi tersebut sudah berlangsung cukup lama. Sepengetahuannya, kondisi itu terjadi sejak 2017.
Pihak sekolah pun sudah mengalihkan kegiatan belajar ke ruang seni.
Untuk menghindari hal yang tidak diinginkan menyangkut keselamatan jiwa siswa,
“Para siswa pun dialihkan ke ruangan seni, sebab dikhawatirkan atap tiba-tiba ambruk,” kata dia.
Ucu mengungkapkan, pihak sekolah sudah mengajukan perbaikan ruang kelas sejak 2017 ke Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Cianjur. Namun, hingga kini belum ada tindak lanjut.
Disdikpora, kata dia, malah disarankan agar atap bangunan disangga dengan kayu atau bambu.
“Kemarin ada yang datang dari dinas. Katanya, untuk sementara disangga dulu saja sambil menunggu pembangunan tahun depan atau 2027,” ujarnya.
Ucu berharap, segara ada upaya perbaikan ruang kelas agar dapat kembali digunakan untuk kegiatan pembelajaran.
“Saya harap bisa segera dibangun agar siswa nyaman dan tidak terancam kondisi bangunan sekolah yang ada di wilayah perkotaan ini,” harapnya.
Wakil Bupati Cianjur Ramzi meminta dinas terkait segera memperbaiki. Sebab, lokasi sekolah tersebut berada di wilayah kota yang menjadi etalase Kabupaten Cianjur.
“Itu di depan mata. Tidak banyak ngomong, dinas terkait selesaikan. Karena di depan mata, dan itu hak mereka,” pungkasnya. (bay)






































































