CIANJUR – Ratusan bangunan ruang kelas jenjang SMP di Kabupaten Cianjur kondisinya rusak berat. Pemerintah daerah setempat secara bertahap berupaya memperbaikinya dengan sumber pembiayaan dari anggaran pusat maupun kabupaten.
Kepala Bidang SMP Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Cianjur, Ipan Sopandi, menuturkan berdasarkan data pokok pendidikan (Dapodik) tahun 2025, di Kabupaten Cianjur terdapat 453 bangunan SMP dengan jumlah 3.816 rombongan belajar (rombel). Dari jumlah itu terdapat sebanyak 3.534 ruang kelas dengan kondisi kerusakan yang bervariatif.
“Dari 3.534 ruang kelas, yang kondisinya baik atau layak sebanyak 2.287 ruangan. Sisanya, ada 676 ruang kelas rusak ringan, 282 ruang kelas rusak sedang, dan 289 ruang kelas rusak berat. Untuk yang rusak ringan, biaya perawatannya bisa dialokasikan 20 persen dari BOS (bantuan operasional sekolah),” kata Ipan, Minggu, 23 Agustus 2026.
Selain bangunan ruang kelas yang rusak, tutur Ipan, berdasarkan dapodik tahun 2025 terdapat kebutuhan 289 ruang kelas baru (RKB). Ipan menjelaskan, upaya perbaikan dilakukan program revitalisasi bersumber dari dana alokasi umum (DAU).
Tahun ini di tingkat SMP di Cianjur terdapat 33 ruang kelas yang akan diperbaiki dan 7 ruang kelas baru (RKB). Anggarannya bersumber dari dana alokasi umum (DAU).
“Sedangkan untuk yang revitalisasi ada 23 sekolah. Di antaranya yang mendapatkan rehabilitasi ruang kelas, ruang laboratorium, rehabilitasi ruang administrasi seperti TU, guru, dan ruang kepala sekolah, ruang perpustakaan, dan lainnya,” tutur Ipan.
*_Perbaikan Fasilitas Penunjang_*
Selain ruang kelas, terdapat sejumlah bangunan fasilitas penunjang yang juga butuh perbaikan.
“Ada tujuh sekolah yang memerlukan pembangunan ruang guru. Berdasarkan data terdapat 267 ruang guru yang kondisinya baik, kemudian 123 rusak ringan, rusak sedang 43 ruangan, dan rusak berat 13 ruangan,” tutur Ipan.
Ipan menyebutkan, terdapat pula sekolah yang sampai saat ini belum memiliki ruang laboratorium. Dari 453 sekolah, yang sudah memiliki laboratorium sebanyak 288 sekolah dan sisanya sebanyak 165 sekolah belum memilikinya.
“Ruang laboratorium yang kondisinya baik sebanyak 148 ruangan. Kemudian rusak ringan ada 63 ruangan, rusak sedang 42 ruangan, dan rusak berat 23 ruangan,” pungkasnya. (redaksi)


























































