CIANJUR – Eksostisme situs megalitikum Gunung Padang di Desa Karyamukti Kecamatan Campaka menjadi magnet bagi wisatawan berkunjung ke lokasi tersebut. Tempat itu diyakini menjadi bagian dari era peradaban manusia.
Bahkan, situs yang digadang-gadang terbesar di Asia Tenggara itu beberapa kali diekskavasi untuk mengetahui sejarahnya. Sayang, keberadaannya belum didukung infrastruktur penunjang sarana dan prasarana yang memadai.
Pengelola situs, Soleh, mengatakan sejauh ini berbagai sarana prasarana utama dan penunjang bisa dikatakan belum layak. Di antaranya bangunan pusat informasi dan lainnya.
“Termasuk ruang tempat tiket, musala, toilet laki-laki dan perempuan, dan lainnya. Bisa dikatakan belum memenuhi standar,” kata Soleh, Minggu, 4 Oktober 2026.
Selain itu, sarana lain yang belum tersedia yaitu tandu evakuasi. Fasilitas itu cukup diperlukan seandainya terdapat wisatawan yang tiba-tiba mengalami sakit atau hal lainnya.
Soleh menyebut, perbaikan sarana dan prasarana sebetulnya lebih karena kendala zonasi. Titik lokasi berada pada zona inti yang tentunya terbatas kewenangan.
“Hingga kini belum ada perbaikan karena masing-masing zona berbeda kewenangan. Untuk yang zona di selatan dan barat, kewenangannya ada di Balai Pengelola Kebudayaan. Sedangkan zona timur dan utara kewenangan Disbudpar Kabupaten Cianjur,” pungkasnya. (bay)





























































