CIANJUR – Keterbatasan fisik tak lantas membuat Ruslan Saputra alias Akew (38) berpangku tangan. Warga Kampung Cihanjuang RT 02/06 Desa Buniwangi Kecamatan Pagelaran itu tetap berjibaku mendapatkan penghasilan untuk menghidupi keluarganya.
Akew bekerja sebagai pengupas kolang-kaling. Kondisi kedua tangannya yang tak sempurna, tak membuat Akew kecil hati.
Dengan terampil, ia pun menggunakan kakinya untuk mengupas kolang-kaling menggunakan pisau. Pekerjaan itu dilakukannya setiap hari.
Akew merupakan pekerja lepas di tempat tersebut. Upahnya memang tak besar.
Setiap pendapatan yang diperolehnya diberikan kepada istri, Rani Susanti (38) dan ketiga anaknya.
“Setiap 1 kilogram dibayar Rp3 ribu untuk upah. Kerjanya dari pagi sampai sore. Sehari bisa dapat sekitar Rp50 ribu. Dibayarnya per minggu,” kata Akew, Selasa, 29 September 2026.
Namun Akew tak kehilangan akal. Aktivitas pekerjaannya mengupas kolang-kaling lantas direkam menggunakan kamera handphone.
Ia pun kemudian membuat konten yang diunggah di media sosial. Hasil iseng ngonten ternyata bisa menghasilkan uang, meskipun saat ini tidak terlalu besar.
“Sudah ngonten hampir tiga tahun. Sampingan live dari TikTok. Kalau penghasilan dari TikTok gak tentu. Rata-rata Rp100 ribu. Alhamdulillah,” ungkapnya.
Bagi Akew keterbatasan bukan menjadi penghalang beraktivitas. Justru sebaliknya, di balik kekurangannya ada potensi yang bisa digali hingga menjadi kelebihan.
Dia pun ingin segala pengalaman hidupnya menjadi inspirasi generasi muda agar terus berkarya, tanpa mengenal keterbatasan atau kekurangan. “Pesannya, kekurangan adalah semangatku,” pungkasnya. (bay)






























































