Aliran Sungai di Gang Merpati Diduga Tercemar Limbah Hewan Kurban: Memerah, Berbusa, dan Ikan Ternak Mati Mendadak

Berita9 Dilihat

CIANJUR – Air sungai di Gang Merpati 3, Kelurahan Muka, Kecamatan Cianjur, mendadak berubah warna jadi merah dan berbusa. Diduga aliran sungai itu tercemar akibat limbah bekas aktivitas kurban, Senin (17/6/2024).

Zamzam (21), warga Gang Merpati, mengatakan warna air sungai tersebut mulai berubah sejak Senin pagi sekitar pukul 08.00 Wib.

Perubahan warna air sungai merupakan hal biasa di setiap tahunnya di momen Idul Adha, lantaran warga di hulu sungai yang menyembelih hewan kurban dan darahnya di buang atau dialirkan ke sungai.

“Setiap tahun seperti ini, tapi tahun sekarang paling parah. Warnanya sangat merah. Penyebabnya banyak yang menyembelih hewan kurban di dekat sungai, darahnya di buang ke sungai. Jadinya seperti ini,” kata Zam-zam.

Selain tak elok dipandang, warga yang memanfaatkan aliran sungai untuk budi daya ikan mas dan nila ikut kena dampaknya.

“Warga di sini memanfaatkan air sungai untuk budi daya ikan konsumsi. Tapi kerap mati saat Idul Adha karena airnya tercemar darah dan lemak hewan kurban. Tahun lalu sampai merugi puluhan juta. Kalau tahun ini terpaksa dipanen lebih awal, karena takut kejadian tahun lalu ikannya mati massal,” paparnya.

Di sisi lain, Bupati Cianjur, Herman Suherman, mengatakan pihaknya akan menerjunkan tim dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) untuk mencegah kejadian pencemaran lingkungan tersebut terulang setiap tahunnya.

“Itu masuk dalam pencemaran lingkungan. Kami akan turunkan DLH untuk memberikan imbauan agar tidak membuang darah ke sungai, tapi buat lubang endapan. Sehingga darah di buang ke lubang tersebut, tidak mencemari sungai,” kata Herman. (bay)