CIANJUR – Di tengah masih berlangsungnya kemarau, sejumlah wilayah di Kabupaten Cianjur diguyur hujan. Namun, hujan tidak berlangsung merata di sejumlah wilayah, terutama di selatan.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cianjur, Samudra Wira Purnama, menjelaskan belum meratanya hujan karena berdasarkan prediksi BMKG masih terjadi fenomena El Nino hingga awal tahun depan. Karena itu, terjadi pelambatan peralihan dari kemarau ke hujan.
“Sebagian wilayah Indonesia hujannya tidak merata. Di Kabupaten Cianjur hanya beberapa wilayah kecamatan di wilayah utara sudah merasakan hujan. Untuk selatan terpantau belum,” kata Samudra, Senin 28 September 2026.
Turunnya hujan kurun sepekan terakhir, kata Samudra, tak lantas pemerintah daerah mengubah status kesiapsiagaan kebencanaan. Sampai saat ini, lanjut Samudra, status siaga darurat kekeringan masih berlaku yang akan berakhir pada 30 September 2026.
“SK siaga darurat kekeringan berakhir pada September 2026. Kita lihat sejauh mana dari BPBD Provinsi Jawa Barat akan mencabut atau memperpanjang,” paparnya.
BPBD Cianjur menegaskan selalu siap siaga dengan peralihan cuaca. Masyarakat pun sudah diimbau untuk mewaspadai potensi peralihan musim.
“Kami juga akan mengimbau masyarakat agar tidak buang sampah sembarangan di sungai atau selokan untuk mencegah banjir,” pungkasnya. (bay)































































