CIANJUR – Ketua RW 08 Kampung Pasirpilar RT 02 Desa Sukamulya Kecamatan Sukaluyu memilih cara sendiri membantu warganya yang butuh bantuan perbaikan rumah tidak layak huni (rutilahu). Ia merekam kondisi rutilahu warganya sekaligus mengunggahnya di media sosial.
Cara itu ternyata cukup efektif. Setelah videonya ramai di media sosial, berbagai pihak yang ingin membantu mulai menghubungi.
Ketua RW 08, Andre, mengaku terpaksa harus mengunggah video kondisi rumah warganya yang butuh perbaikan. Sebab, selama ini upaya permohonan bantuan perbaikan terkesan diabaikan.
Andre menuturkan, rutilahu yang butuh perbaikan merupakan milik Iim (50), warga yang merupakan penyandang disabilitas. Selama ini Iim tinggal sendirian karena suaminya yang juga penyandang tunanetra bekerja di Bandung sebagai tukang pijat.
Kondisi bangunannya cukup memprihatinkan karena sudah reyot. Materialnya terbuat dari bilik dan kayu.
Kondisi tiang penyangga sudah lapuk akibat rayap. Bangunan rumah pun terancam ambruk.
“Tiang penyangga rumah warga saya ini tiang-tiang penyangganya dimakan rayap. Malahan sekarang sudah sampai ke atas. Bisa berpotensi ambruk,” kata Andre, Jumat, 28 Agustus 2026.
Lingkungan rumah yang kurang sehat membuat penghuninya mengalami penyakit diduga scabies. Saat ini penghuni rumah menumpang di rumah kerabatnya.
“Mungkin karena bakteri atau dari kutu tanah. Kulitnya jadi koreng,” ujarnya.
Dia tak memungkiri, sudah sering mengajukan pengajuan perbaikan ke pemerintah desa setempat. Namun, sampai saat ini belum ada respons.
Kini, setelah unggahan videonya ramai di media sosial, berbagai pihak mulai menghubungi. Termasuk pemerintah desa dan pemerintah kecamatan.
“Alhamdulillah dari Baznas Provinsi Jabar juga sudah menghubungi. Sekarang saya sedang mengurusi berkas pengajuan perbaikan rumah,” pungkasnya. (bay)































































