CIANJUR – Petani ikan keramba jaring apung di kawasan perairan Jangari was-was terjadinya fenomena upwelling yang biasanya saat kemarau. Sebab, pada kondisi itu ikan berpotensi mati karena berbagai kotoran pakan naik ke atas sehingga bisa mengganggu oksigen.
Kepala Dinas Peternakan Kesehatan Hewan dan Perikanan Kabupaten Cianjur, Iwan Setiawan, mengatakan upwelling merupakan proses naiknya endapan atau sedimentasi dari dasar perairan ke permukaan yang menyebabkan kualitas air menurun dan memicu munculnya zat beracun bagi ikan.
“Fenomena ini memang terjadi hampir setiap tahun saat pergantian musim dan tentunya merugikan petani ikan,” kata Iwan, Senin, 20 Juli 2026.
Para petani ikan pun saat ini menunda panen lantaran takut merugi.
“Saat ini banyak pembudidaya ikan yang menunda panen karena berbagai pertimbangan,” ujarnya.
DPKHP telah melakukan sosialisasi kepada para pembudidaya agar melakukan langkah antisipatif. Termasuk mempercepat panen apabila kondisi cuaca menunjukkan potensi terjadinya upwelling.
“Kami terus melakukan sosialisasi agar para petani dapat mengantisipasi lebih awal sehingga kerugian akibat kematian ikan dapat ditekan,” paparnya.
DPKHP juga menyiapkan bantuan benih ikan bagi masyarakat yang membutuhkan. Benih tersebut diproduksi di Balai Benih Ikan milik pemerintah daerah dan dapat diperoleh secara gratis sesuai dengan kemampuan produksi yang tersedia.
“Kalau untuk bantuan benih kami siap. Masyarakat bisa mengajukan permohonan kepada pemerintah daerah dan akan disesuaikan dengan kapasitas produksi Balai Benih Ikan,” pungkasnya. (bay)































































