Tokoh Ulama Cianjur Jalin Kerjasama dengan Kafe, Sepakat Persempit Ruang Gerak LGBTQ

CIANJUR– Ustaz Umar Burhanudin yang kerap disapa Abah Umar memastikan, Kafe Kopinako sepakat bekerjasama mempersempit ruang gerak komunitas LGBTQ.

Diketahui, beberapa kafe dan sejumlah tempat hiburan disinyalir menjadi tempat nongkrong atau berkumpulnya kelompok perilaku seks menyimpang.

Pimpinan Pondok Pesantren (Ponpes) Attaqwa meluruskan, salah satu kafe tersebut memfasilitasi komunitas LGBTQ.

“Kopinako ini kafe yang berjualan, tidak tahu mana LGBTQ mana bukan,” kata Ustaz Umar, Sabtu 15 Agustus 2026.

Pihaknya pun telah bekerjasama dengan Kopinako membuat berbagai imbauan yang dipasang pada spanduk untuk mencegah LGBTQ berkumpul dan membuat tindakan-tindakan tidak pantas.

“Imbauan ini dibuat oleh konsorsium ormas. Intinya tidak semua kafe itu jelek, hanya saja jangan memancing gerakan-gerakan masyarakat,” paparnya.

Ustaz Umar pun berterimakasih kepada Kopinako yang telah membuat kegiatan dengan mengundang anak yatim.

“Kami dapat undangan untuk berdzikir dan tasyakuran, yang diminta itu anak yatim sekitar 30 orang,” paparnya.

Manager Kopinako Rudi berharap, tausyiah dari Abah Umar dapat menebar keberkahan di lingkungan tempat kerjanya.

“Semoga lingkungan ini menjadi berkah dengan tausyiah dari Abah Umar,” harapnya.

Rudi menegaskan, Kopinako menolak keras adanya komunitas LGBTQ di Kabupaten Cianjur.

“Kami menolak keras LGBTQ, makanya kami tempel spanduk, banner imbauan. Untuk penyimpangan-penyimpangan itu tidak baik,” pungkasnya. (bay)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *