CIANJUR – Puluhan siswa SDN Salakawung dan SMP Budi Luhur di Desa Sarampad Kecamatan Cugenang diduga keracunan makan bergizi gratis (MBG), Kamis 11 September 2025. Saat ini mereka dirawat di Puskesmas Cugenang untuk ditangani secara medis.
MR (13), salah seorang siswa SMP Budi Luhur, mengaku mengalami beberapa gejala seperti keracunan usai menyantap menu MBG yang didatangkan dari dapur atau satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) setempat.
“Menunya nasi goreng, tahu goreng, telur mata sapi, tiga butir lengkeng, dan satu bungkus susu mineral. Sehabis makan mereka pusing terus muntah,” katanya.
Maharani, guru SMP Budi Luhur, mengatakan ada sekitar 15 orang anak didiknya yang dibawa ke Puskesmas Cugenang. Selain itu dugaan keracunan juga dialami puluhan siswa SDN Salakawung.
“Kalau anak didik saya ada 15 orang. Kalau siswa SDN Salakawaung jumlahnya tidak tahu persis. Ada sekitar puluhan,” kata Maharani.
Menurut dia, menu MBG yang diterima pihak sekolah dicurigai tidak sesuai.
“Selain dugaan makanan basi, tempat makan berbahan stainless yang digunakan siswa berbau aneh dan amis,” pungkasnya.
Kepala Puskesmas Cugenang, Alit Sulastri, mengatakan siswa yang diduga mengalami keracunan sudah ditangani para nakes Puskesmas Cugenang.
“Semua korban kini sudah ditangani. Ada tiga anak yang diinfus dan dua masih dalam observasi. Kondisi mereka berangsur stabil, namun tetap kami pantau secara intensif,” kata Alit. (bay)


































































