CIANJUR – Tanah longsor dan pergerakan tanah mendominasi kejadian bencana sepanjang 2025 di Kabupaten Cianjur. Akibat kejadian itu, ribuan rumah warga mengalami kerusakan.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Cianjur, Wangwang Kuswaya, menuturkan berdasarkan rekapitulasi data, selama 2025 tercatat 243 kejadian bencana di Kabupaten Cianjur. Dari jumlah tersebut, tanah longsor dan pergerakan tanah paling banyak.
“Tanah longsor dan pergerakan tanah sebanyak 125 kejadian, cuaca ekstrem 69 kejadian, dan banjir 49 kejadian,” kata Wangwang, Rabu, 7 Januari 2026.
Ribuan warga yang terdampak harus dievakuasi ke tempat lebih aman. Terdapat dua orang meninggal dunia.
“Ada 12.953 jiwa yang terdampak. Mereka harus mengungsi akibat bencana,” ujarnya.
Bencana juga menyebabkan kerusakan terhadap tempat tinggal masyarakat dan beberapa hunian terancam sehingga tidak diperbolehkan lagi untuk dihuni.
“Ada 2.240 unit rumah rusak dan 108 unit rumah yang kondisinya terancam,” pungkasnya. (bay)






























































