CIANJUR – Fenomena child free belakangan ini cukup marak. Child free merupakan fenomena di kalangan pasangan suami istri yang memilih tak ingin memiliki anak dari pernikahan mereka.
Fenomena ini di satu sisi dipandang negatif. Sebab, dengan memilih tak memiliki keturunan, maka angka kelahiran akan menurun.
Tapi di sisi lain ada yang berpandangan child free bisa jadi karena dipicu faktor kesehatan dan penyebab lain.
Di Kabupaten Cianjur, Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) setempat menyebut di wilayah itu tak terjadi fenomena tersebut.
“Kalau di Kabupaten Cianjur alhamdulillah lebih banyak mereka yang menginginkan mempunyai anak,” kata Kepala Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak DPPKBP3A Kabupaten Cianjur, Tenty Maryanthy, Kamis, 7 November 2024.
Menurut Tenty, fenomena chlid free biasanya terjadi di sejumlah kota besar. Tapi tak menutup kemungkinan terjadi juga di daerah.
Sebab, ada beberapa faktor yang menjadi pertimbangan pasutri memilih langkah itu. Bisa karena faktor kesehatan, ekonomi, lingkungan sosial, bahkan gaya hidup.
Jika didasari pertimbangan faktor kesehatan, Tenty cukup memakluminya. Artinya, alasan pasutri memilih tak memiliki keturanan cukup rasional karena bisa jadi akan berisiko.
“Jika memang mempunyai faktor beresiko dalam hal kesehatan sehingga berakibat fatal maka memilih untuk child free bisa menjadi pilihan tepat,” paparnya.
Konselor Psikologi Pusat Pelayanan Terpadu Perindungan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kabupaten Cianjur Sri Tedja mengatakan, memilih keputusan melakukan chlid free memang pilihan yang berat. Karena itu, pasutri yang akan melakukannya harus berpikir matang.
“Penting memikirkan dampak dari child free. Kasusnya beda dengan kita menjaga jarak kelahiran. Kalau child free karena faktor kesehatan, harus tahu dulu dampak kesehatannya seperti apa,” ucapnya.
Child free, kata Sri, juga dibahas dalam agama. Jadi, memiliki anak bukan sebuah keharusan.
“Secara tinjauan agama islam tidak mewajibkan anak, karena kondisi individu berbeda (ada yang tidak bisapunya anak) tetapi bagi yang mmg mampu untuk itu dihimbau untuk melanjutkan keturunan, generasi penerus,” pungkasnya. (bay)






























































