CIANJUR – Puluhan warga Kabupaten Cianjur jadi korban dugaan penipuan seorang warga negara asing (WNA) berinisial IS. Modusnya, terduga pelaku menjanjikan pekerjaaan di Timur Tengah.
Ironisnya, sampai sekarang nasib para korban tak jelas. Mereka belum kunjung diberangkatkan.
Pendamping korban, Yusef Zam-zam, mengatakan awalnya para korban tergiur lowongan pekerjaan yang ditawarkan salah satu perusahaan pemberangkatan di media sosial. Termasuk ajakan teman maupun saudaranya.
Pihak perusahaan membuka lowongan untuk bekerja di hotel. Total, ada 45 orang yang menjadi korban
“Kejadiannya pada 2025 tapi berbeda-beda bulan. Korban ini ada yang bertemu langsung dengan IS, ada juga yang datang ke kantornya di Cipanas,” kata Yusef, Selasa, 21 Oktober 2025.
Saat bertemu dengan terduga pelaku, masing-masing korban harus membayar uang keberangkatan dengan nominal bervariatif. “Ada yang bayar Rp8 juta hingga Rp11 juta,” ungkapnya.
Yusef mengaku telah berupaya bermusyawarah dengan terduga pelaku. Namun tidak ada solusi nyata.
Bahkan Yusef sempat menjadi korban dugaan kekerasan dari terduga pelaku saat meminta pertanggungjawaban.
“Kami sudah mencoba mediasi dan terduga pelaku menggunakan kuasa hukum, namun tak ada titik temu. Malah ada pemukulan kepada saya,” pungkasnya.
Toyib, salah seorang korban, mengaku tergiur lowongan pekerjaan tersebut setelah diajak saudara.
“Diajak sama saudara. Katanya kerja di Arab Saudi. Ketemu langsung sama yang punya PT. Panggilannya Babah,” kata dia. (bay)






























































