CIANJUR– Program pemeriksaan kesehatan calon haji (Calhaj) 2026 tengah dipersiapkan Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Cianjur.
Diketahui, program tersebut merupakan kolaborasi Kementerian Agama dan Kementerian Kesehatan yang ditindaklanjuti di masing-masing daerah.
Kepala Bidang P2P Dinkes Cianjur, Javed Sumawe Matapung, mengatakan, pemeriksaan kesehatan dilakukan kepada para calon jemaah haji yang sudah menempuh pendaftaran.
“Jadi untuk pemeriksaan tahap awal itu memang sudah dimulai. Para calon-calon jemaah haji yang sudah mendaftar itu sudah diperbolehkan melakukan pemeriksaan kesehatan,” kata Javed, Jum’at 15 November 2025.
Teknis pemeriksaannya, para calon haji sudah dapat mengakses layanan tersebut di seluruh Puskesmas.
“Untuk saat ini tahap awal pemeriksaan haji sudah berjalan di setiap puskesmas. Karena salah satu syarat keberangkatan itu kan adanya istilah kesehatan yang diukur melalui pemeriksaan medis,” paparnya.
Javed menambahkan, setelah layanan tersebut dijalani, para calon jemaah akan otomatis terinput di Sistem Formasi Kesehatan Haji (Siskohatkes).
“Nanti terinput by name dan by address-nya di Siskohatkes masing-masing Puskesmas,” ujarnya.
Terkait penetapan kuota calon jemaah haji 2026 termasuk evaluasi penyelenggaraan haji 2025, Dinkes Cianjur masih menunggu informasi dari Pemerintah Pusat.
“Untuk tahap selanjutnya kami masih menunggu keputusan dari Kementerian Agama. Akan tetapi tahap awal pemeriksaan kesehatan untuk saat ini masih berjalan,” pungkasnya. (bay)































































