CIANJUR– Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Cianjur menerapkan sistem pembelajaran kondisional di tengah status siaga bencana yang ditetapkan Pemkab Cianjur.
Secara teknis, sekolah diperbolehkan memulangkan siswa lebih awal dengan memberikan tugas rumah oleh para guru setiap mata pelajaran apabila dirasa tengah terjadi bencana atau berpotensi terjadi bencana.
Kepala Bidang Sekolah Dasar (SD) Disdikpora Cianjur Aripin mengatakan, sistem pembelajaran kondisional merupakan langkah siaga terhadap bencana.
Pemberlakukan metode pembelajaran itu guna menjaga keselamatan peserta didik.
“Iya beberapa waktu ini Cianjur tengah dilanda hujan angin yang disertai angin kencang hingga menyebabkan pohon tumbang. Sebab itu kami tingkatkan kewaspadaan terhadap cuaca esktrem,” kata Aripin, Sabtu 15 November 2025.
Aripin menyebut, telah menginstruksikan para koordinator wilayah pendidikan (Kordik) untuk mengambil langkah sistem pembelajaran kondisional di setiap sekolah.
“Kami sudah sampaikan melalui para kordik agar kepala sekolah lebih waspada terhadap cuaca esktrem. Karena hal itu sistem pembelajaran harus bersifat kondisional demi keselamatan siswa,” pungkasnya.
Wakil Bupati Cianjur Abi Ramzi mengatakan, gelaran apel sebagai respon terhadap potensi bencana seperti banjir bandang, cuaca ekstrem, gelombang ekstrem, abrasi, dan tanah longsor.
“Kami sudah siap untuk menghadapi bencana, kami mengajak seluruh masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan,” kata Ramzi. (bay)































































