CIANJUR – Pemkab Cianjur berhasil menekan biaya pemakaian listrik mencapai sekitar Rp300 juta. Efisiensi biaya itu berjalan kurun 7 bulan terakhir.
Kepala Bagian Umum Sekretaris Daerah (Setda) Kabupaten Cianjur, Hendra Wira, mengatakan penghematan biaya listrik sebagai upaya efisiensi anggaran. Penghematan sudah dimulai sejak Oktober 2025.
“Sudah diberlakukan sejak Oktober 2025 sampai sekarang. Ini dalam rangka menindaklanjuti kebijakan efisiensi energi yang tengah didorong pemerintah pusat,” kata Hendra, Jumat, 17 April 2026.
Dalam waktu 7 bulan, Pemkab Cianjur berhasil menghemat biaya listrik senilai Rp388.821.200. Adapun pengeluaran listrik meningkat terjadi pada bulan Februari sebesar Rp49.600.951 dan pada Maret sebesar Rp41.858.432.
“Februari dan Maret bertepatan Ramadan. Pengeluaran listrik naik karena aktivitas penggunaan lift oleh para ASN yang berkantor di masing-masing instansi di lingkungan setda,” paparnya.
Hendra berharap, penghematan biaya listrik terus terjadi di tengah pemberlakukan Work From Anywhere (WFA) atau sistem kerja fleksibel bagi ASN.
“Mudah-mudahan pada bulan selanjutnya terjadi penghematan listrik di setiap instansi lingkungan Pemkab Cianjur,” pungkasnya. (bay)































































