CIANJUR – Didik Ahmad Sidik (30), warga Kampung Pasir Jonti RT 01/03 Desa Mekarwangi Kecamatan Haurwangi dilaporkan hilang oleh keluarganya. Pasalnya, sejak berpamitan hendak bekerja setahun lalu, sampai saat ini tak ada kabar maupun diketahui keberadaannya.
Berdasarkan informasi keluarga, pemuda tersebut memberitahu keluarga dirinya diterima bekerja di sebuah perusahaan di Kecamatan Majalaya Kabupaten Bandung pada Oktober 2024. Pihak keluarga pun lantas memberikan izin.
“Anak saya berpamitan karena diterima bekerja. Kemudian ia berangkat mengendarai sepeda motor,” kata Rohati (53), ibunda Didik, Senin, 1 Desember 2025.
Karena Didik merupakan anak bungsu dari dua bersaudara, Rohati sebagai orangtua tentu khawatir. Dia dan beberapa orang kerabatnya menyusul ke Bandung.
Namun saat dihubungi, nomor telepon anaknya tidak aktif. Rohati masih bertahan menunggu anaknya menelepon balik hingga malam
Tetapi anaknya tak kunjung menelepon balik. Rohati pun memutuskan pulang.
“Saya berangkat ke Bandung karena ingin tahu dia bekerja apa dan alamat kerjanya di mana. Tapi hape anak saya tidak aktif. Akhirnya saya pulang,” terangnya.
Sepekan kemudian Didik memberi kabar melalui WhatsApp mengabarkan dirinya baik-baik. Bahkan Didik meminta dikirim Akta Kelahiran untuk persyaratan administrasi bekerja di Australia.
Rohati lalu mencoba menelpon. Tetapi teleponnya tidak direspons. Kecurigaan pun muncul, ada sesuatu dengan anaknya.
“Saat ada WA, saya minta dia pulang dulu ke rumah. Tapi saat ditelepon balik, gak diangkat. Jadi komunikasinya lewat pesan singkat saja,” paparnya.
Sejak meminta Akta Kelahiran, Rohati mengaku komunikasi dengan Dikdik tidak berjalan lancar. Anaknya kembali tak memberikan kabar.
Pihak keluarga pun akhirnya sepakat melapor ke pihak kepolisian untuk mencari keberadaan putra bungsu itu.
“Saya sudah laporan ke Polsek Bojongpicung. Tetapi belum ketemu sampai sekarang. Keberadaannya juga tidak tahu ada di mana,” pungkasnya. (bay)






























































