CIANJUR– Elemen masyarakat Peduli Agraria untuk Rakyat (Patra) menyoal Gerakan Masyarakat Cipanas (GMC) yang tiba-tiba muncul menanggapi konflik proyek panas bumi geothermal yang dikerjakan PT Daya Mas Geopatra Pangrango (DMGP) dengan masyarakat.
Sebelumnya, GMC melaksanakan rapat dengar pendapat (RDP) di DPRD Cianjur bersama pihak-pihak yang berkaitan dengan proyek geothermal.
Koordinator Patra, Arya, menilai GMC tidak mewakili masyarakat berkaitan dengan geothermal. Terlebih, pernyataan ketua GMC yang memilih bersikap netral terhadap konflik pada proyek sumber energi nasional itu.
“GMC mewakili siapa?. Jika masyarakat, mereka menyatakan menolak. Maka sikap netral justru melemahkan suara rakyat yang terdampak langsung,” kata Arya, Rabu, 18 Februari 2026.
Arya pun menyoroti statemen GMC yang memohon pembahasan secara spesifik tentang geothermal dalam bentuk sosialisasi. Pasalnya masyarakat sudah geram dengan adanya kegiatan pematokan lahan.
“Lalu masih berbicara soal sosialisasi?. Ini bukan kekurangan informasi, tapi Ini persoalan legitimasi,” ungkapnya.
Arya menegaskan, mayoritas masyarakat tetap menolak adanya proyek geothermal.
“Di lapangan, masyarakat telah menyatakan penolakan dan meminta penghentian seluruh aktivitas eksplorasi,” pungkasnya. (bay)































































