CIANJUR – Beredar video di media sosial yang memperlihatkan aksi semacam sarkasme kepada Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi. Video itu memperlihatkan sekelompok orang menyemprotkan cat piloks bergambar Gubernur Jawa Barat dengan tulisan: ‘Dicari, Pelindung Hutan Jawa Barat. Savegununggedepangrango’.
Video itu itu diduga merupakan sindiran kepada Kang Dedi Mulyadi karena sejauh ini belum ada respons terhadap aktivitas proyek geothermal (panas bumi) di kawasan Cipanas Kabupaten Cianjur. Video itu juga diduga dibuat di kawasan Desa Cipendawa Kecamatan Pacet.
Ketua Peduli Agraria untuk Rakyat (Patra), Arya, mengatakan aksi tersebut merupakan bentuk kegelisahan atas situasi konflik ekologis di kawasan Gunung Gede Pangrango yang dinilai semakin mengkhawatirkan akibat proyek geothermal. Pembuatan gambar atau mural juga merupakan sindiran sekaligus seruan moral terhadap kerusakan lingkungan akibat proyek geothermal.
“Jika slogan menjaga tanah dan air terus digaungkan, maka publik berhak bertanya. Siapa yang benar-benar menjaga dan siapa yang berdiri ketika hutan dipertaruhkan,” kata Arya, Sabtu, 21 Februari 2026.
Arya menyebut, penolakan proyek geothermal di Gunung Gede Pangrango sangat logis. Sebab, kawasan itu merupakan penyangga kehidupan, sumber air bagi ribuan warga, serta bagian dari konservasi TNGGP.
“Ini ekspresi keresahan generasi muda yang melihat inkonsistensi antara narasi perlindungan lingkungan dan praktik pembangunan yang berpotensi merusak kawasan strategis ekologis,” pungkasnya. (bay)































































