CIANJUR – Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur umum penyalur makan bergizi gratis (MBG) di Jalan Limbangan Sari RT 03/04 Desa Limbangansari Kecamatan Cianjur tidak akan beroperasi sementara waktu. Kondisi itu menyusul kasus dugaan keracunan siswa MAN 1 Cianjur dan SMP PGRI diduga usai menyantap menu MBG pada Senin, 21 April 2025.
Hasil penelusuran wartawan Logikanews.co, di lokasi terpantau tidak ada aktivitas. Sebuah bangunan yang dipakai lokasi SPPG atau dapur umum MBG dikeliling pagar berwarna hitam.
Di garasi hanya terlihat sebuah mobil boks yang kemungkinan biasa digunakan menyalurkan MBG ke sekolah-sekolah. Pun di luar bangunan itu, terdapat sejumlah kendaraan yang terparkir.
Kepala SPPG Dapur MBG Limbangansari, Fahri Zulfikar Lubis, mengatakan penghentian pengolahan hingga pendistribusian MBG dilakukan sebagai bentuk tanggung jawab buntut dugaan keracunan ratusan siswa.
“Kami akan menyelesaikan dulu. Sehingga, saat ini tidak akan memproduksi dulu,” kata Fahri, Rabu, 23 April 2025.
Penghentian aktivitas dapur MBG Limbangansari Kecamatan Cianjur tidak bisa dipastikan waktunya. Pastinya, aktivitas akan berlanjut setelah permasalahan selesai.
“Sampai masalahnya clear, baru akan kami lanjutkan,” pungkasnya.
Humas MAN 1 Ciranjang, Rahman Jaenudin, menambahkan buntut kejadian dugaan keracunan, maka program MBG di MAN 1 Cianjur dihentikan terlebih dahulu.
“Sementara program MBG di MAN 1 Cianjur dihentikan dulu,” kata dia. (bay)

































































