CIANJUR – Tuntutan warga Kampung Bengle Desa Sukamulya Kecamatan Sukaluyu terhadap PT QL Agrofood Farm menemukan titik temu yang cukup positif. Pihak perusahaan membuka dialog dengan warga yang dilakukan, Selasa, 28 April 2026.
Audiensi dilakukan menyusul aksi warga yang memblokade akses ke kawasan perusahaan menggunakan batu brangkal di sekitar pintu gerbang. Pada kesempatan itu, warga turut diadvokasi Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Mantra.
Setidaknya ada tiga tuntutan warga kepada pihak perusahaan yang merupakan peternakan ayam petelur itu. Tuntutannya yakni penyelesaian sengketa batas tanah, status ketenagakerjaan, dan transparansi dana Corporate Social Responsibility (CSR).
Koordinator aksi dari LBH Mantra, Dahlan Saepuloh, mengatakan PT QL Agrofood diduga membangun pagar beton (arkon) di luar batas seharusnya. Artinya, ada indikasi pencaplokan lahan milik warga.
“Fakta di lapangan masih ada tanah warga yang masuk ke dalam area perusahaan akibat pemagaran tersebut,” ujar Dahlan.
Selain tanah, masalah lainnya soal rekrutmen tenaga kerja. Menurut Dahlan, banyak warga lokal yang telah bekerja lebih dari 5 tahun namun statusnya masih pekerja harian tanpa jaminan BPJS Ketenagakerjaan maupun BPJS Kesehatan.
“Kemudian warga tidak merasakan manfaat dana CSR yang disalurkan melalui pihak desa. Mereka ingin penyaluran dilakukan langsung perusahaan kepada warga terdampak,” tuturnya.
HRD PT QL Agrofood Farm, Rahmat Sophian, menyatakan kesiapan perusahaan mengevaluasi. Salah satunya berkomitmen melakukan pengecekan ulang batas tanah bersama LBH Mantra dengan merujuk pada sertifikat resmi.
Rahmat pun berjanji pihak perusahaan akan mempertimbangkan pengangkatan jika ada kesempatan dan peluang serta mengupayakan jaminan kesehatan.
“Perusahaan akan membentuk grup WhatsApp khusus bersama para ketua RT/RW untuk mempermudah akses informasi lowongan kerja,” kata dia
Mengenai CSR, Rahmat meluruskan informasi yang kurang tepat. Pasalnya, penyaluran dana CSR dilakukan melalui pemerintah desa setempat.
Namun, dia juga membuka ruang bagi warga untuk mengajukan usulan langsung.
“Silakan berkomunikasi langsung melalui proposal jika ada program pembangunan sarana prasarana. Kami sangat mendukung, terutama untuk pembangunan jalan,” pungkasnya. (bay)

































































