CIANJUR – Pemkab Cianjur telah menyiapkan anggaran kebencanaan. Anggaran itu untuk menutupi sisa Belanja Tak Terduga (BTT) Kabupaten Cianjur yang dilaporkan tinggal Rp5 miliar.
BTT bersumber dari APBD yang seringkali digunakan saat keadaan darurat atau mendesak. Termasuk penanggulangan bencana alam, non alam, dan sosial yang tidak diprediksi sebelumnya.
Bupati Cianjur, Mohammad Wahyu Ferdian, mengatakan pembagian alokasi dana atau pos anggaran untuk penanggulangan berbagai bencana sudah disiapkan Pemkab Cianjur. “Kita tentu menganggarkan pos-pos tertentu yang lebih tinggi untuk antisipasi bencana di wilayah Cianjur, termasuk banjir, jembatan roboh, dan kekeringan yang panjang,” kata Wahyu, Kamis, 23 Februari 2026.
Namun, secara nominal Wahyu tidak merinci secara detail sebab penggunaannya bersifat kedaruratan.
“Secara nominal kita tidak mematok nilainya karena untuk kebencanaan tidak bisa dihitung. Kita menyisihkan dari anggaran tertentu,” ujarnya.
Wahyu mengajak masyarakat senantiasa waspada terhadap potensi-potensi terjadinya bencana. Pasalnya, pemerintah pusat telah memprediksi bencana kekeringan panjang.
“Menjadi kekhwatiran kita semua saat ini peralihan musim hujan ekstrem ke musim kemarau dan diperkirakan panjang,” pungkasnya. (bay)
































































