CIANJUR – Pasien RSUD Sayang Cianjur dikabarkan melonjak. Kondisi itu mengakibatkan pasien di ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD) tak tertampung.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Cianjur, I Made Setiawan, mengaku telah mendengar informasi tersebut. Hasil koordinasi dan komunikasi, kata Made, penanganan pasien di rumah sakit plat merah itu sudah sesuai prosedur.
“Sudah koordinasi dengan Direktur RSUD Sayang. Memang kemarin itu IGD penuh, tetapi sudah ditangani dengan baik,” tutur Made, Selasa, 7 Oktober 2025.
Ada berbagai faktor penyebab melonjaknya jumlah pasien. Satu di antaranya berkaitan Kabupaten Cianjur yang sudah berstatus Universal Health Coverage (UHC)
“Bisa juga karena memang sedang mewabah penyakit,” ucapnya.
Untuk mengantisipasi lonjakan pasien ke rumah sakit, kata Made, pelayanan di setiap puskesmas harus dioptimalkan.
“Dinkes Cianjur sudah mengoptimalkan rawat inap dan rawat jalan di setiap puskesmas agar perawatan lebih maksimal. Di antaranya ketersediaan tempat tidur dan pelayanan. Sehingga tidak semua pasien harus dirujuk ke rumah sakit,” pungkasnya. (bay)































































