CIANJUR – Pedagang Pasar Bojongmeron bersama mahasiswa GMNI, PMII, dan Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Cianjur berunjuk rasa ke komplek Pemkab Cianjur, Jumat, 7 November 2025. Mereka memprotes rencana relokasi para pedagang ke Pasar Induk Cianjur.
Mereka meminta bisa bertemu langsung dengan Bupati Cianjur Mohammad Wahyu Ferdian atau pejabat yang mewakili pemerintah daerah. Di tengah guyuran hujan, mereka bertahan hampir 4 jam menyuarakan aspirasinya.
Koordinator aksi, Zaki, mengaku kecewa tidak bisa bertemu dengan Bupati Cianjur Mohammad Wahyu ataupun perwakilan dari Pemkab Cianjur untuk berdialog.
“Kami kecewa karena tidak bisa bertemu dengan Bupati Cianjur. Bahkan tak ada yang menemui kami. Jauh-jauh hari kami mengirim surat untuk berdialog, tetapi tidak pernah ada tanggapan dari pemerintah daerah,” ujar Zaki.
Zaki menyebut, Pemkab Cianjur tidak mengindahkan rapat dengar pendapat (RDP) di DPRD soal relokasi. DPRD pun sudah merekomendasikan agar pemerintah daerah mempertimbangkan rencana relokasi.
“DPRD sudah mengeluarkan nota dinas untuk mempertimbangkan relokasi ulang Pasar Bomero, tetapi tidak diindahkan Pemkab Cianjur,” ungkapnya.
Para pedagang Pasar Bomero tetap pada pendiriannya, yakni menolak relokasi dan akan tetap berjualan di lokasi semula.
“Sampai saat ini dan selamanya kami tetap berjualan di Bomero,” pungkasnya. (bay)































































