CIANJUR – Seorang bayi berusia 6 bulan,
Muhamad Arka, terindikasi mengalami gizi buruk. Anak pasutri Pendi (35) dan Edah (32), warga Kampung Lebakmuncang RT 4/10 Desa Batulawang Kecamatan Cipanas itu kini membutuhkan bantuan.
Arka hanya memiliki bobot seberat 3,5 kilogram. Padahal, idealnya di usia seperti itu seharusnya memiliki bobot 6,4 kilogram-9,7 kilogram.
Ibunda Arka, Edah (32), mengatakan anaknya terindikasi gizi buruk saat berusia 2 bulan. Hal itu diketahui setelah diperiksa tim medis RSUD Cimacan.
Sebelumnya, Arka mendapatkan penanganan di Puskesmas Cipanas.
“Divonis gizi buruk saat umur 2 bulan. Jadi sakitnya sudah 4 bulan,” kata Edah, Selasa, 3 Juni 2025.
Penurunan berat badan terjadi karena Arka memiliki kelainan pernapasan sehingga untuk meminum susu harus lewat selang khusus.
“Gejala awalnya karena turun berat badan drastis dan kelainan pernapasan. Jadi diharuskan minum susu lewat selang,” tutur dia.
Kondisi itu pun diperparah dengan permasalahan ekonomi yang dialami keluarganya.
“Kalau saya tidak kerja. Suami yang kerja. Itu juga serabutan. Penghasilannya enggak menentu,” ungkapnya.
Edah mengakui pernah mendapatkan bantuan susu dari puskesmas setempat. Namun pasokannya terhenti. “Pernah dapat bantuan susu satu kali dari puskesmas,” jelasnya.
Dengan kondisi yang dialami keluarganya, Edah berharap ada bantuan dari donatur atau dari pemerintah.
“Harapannya ada bantuan makanan bergizi ataupun materi, baik dari para donatur, dermawan, ataupun pemerintah,” pungkasnya. (bay)






























































