CIANJUR – Kondisi pasien korban dugaan keracunan yang merupakan pelajar MAN 1 Cianjur dan SMP PGRI berangsur membaik. Sebagian besar di antara mereka bahkan sudah diperbolehkan pulang.
Kasus dugaan keracunan diduga usai pelajar mengonsumsi menu makan bergizi gratis (MBG) pada Senin, 21 April 2025. Mereka yang diperkirakan berjumlah 41 orang itu lantas ditangani di
RSUD Sayang Cianjur dan RS Bhayangkara.
Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten Cianjur, Frida Laila Yahya, mengatakan hingga Selasa, 22 April 2024, mayoritas pasien yang dirawat sudah berangsur pulang. Mayoritas merupakan pasien yang ditangani di RSUD Sayang.
“Di RSUD Sayang, yang ditangani sebanyak 35 orang. Semuanya sudah diperbolehkan pulang. Kemudian di RS Bhayangkara ada 16 orang. Dari jumlah itu, 1 orang diobservasi, masih dirawat 6 orang, dan 9 orang sudah dipulangkan,” kata Frida, Selasa, 22 April 2025.
Siswa yang sudah pulang diimbau segera memeriksakan diri apabila kembali mengalami gejala keluhan serupa. “Sesuai keluhan yang masih dirasakan saja. Kalau masih ada keluhan bisa kontrol,” ujarnya.
Dinkes, kata Frida, juga telah menginstruksikan puskesmas agar melakukan pemantauan “Pemantauan tetap dilakukan, sambil melihat apakah ada keluhan lain lagi di siswa,” ujarnya.
Mengenai dugaan penyebab keracunan, Frida mengaky Dinkes Cianjur telah mengambil langkah dengan membawa sampel makanan untuk diuji laboratorium
“Hari ini dibawa ke Labkesda (Laboratorium Kesehatan Daerah). Hasilnya baru bisa keluar 7-10 hari,” pungkasnya.(bay)































































