CIANJUR – Ramai diperbincangkan pernyataan Bupati Cianjur, Mohammad Wahyu Ferdian, soal cita-citanya ingin meninggal dunia dan masuk surga. Pernyataan itu pun jadi polemik karena menimbulkan pro dan kontra.
Pernyataan Bupati itu dilontarkan usai ditanya wartawan soal alasan ketidakhadirannya pada rapat paripurna DPRD belum lama ini.
Fanpan Nugraha, tokoh muda di Cianjur, menyebutkan pernyataan itu bisa jadi multitafsir. Artinya, pernyataan bupati itu bisa saja hanya sebuah candaan.
“Terkait permasalahan pernyataan Bupati Cianjur Mohammad Wahyu Ferdian yang menjawab alasan ketidakhadiran beliau di rapat paripurna DPRD dengan celetukannya spontan itu bukan tanda candaan,” tutur Fanpan, Sabtu, 2 Mei 2026.
Fanpan meminta semua pihak, terutama lawan politik, tidak mengaitkan pernyataan Bupati Cianjur dalam konteks politik atau mempolitisasi.
“Itu kalimat yang mungkin ungkapan spontan karena lelah. Itu secara politis tidak mungkin ada maksud dan tujuan mendalam,” paparnya.
Pada permasalahan ini, Fanpan juga menyoroti para barisan sakit hati atau beberapa pihak yang terlalu melebih-lebihkan dan menganalogikan
pernyataan Bupati ibarat politik sandiwara tanpa akhir.
Fanpan menyarankan semua pihak mengkritik kebijakan Bupati Cianjur bersifat membangun.
“Implementasikan dalam sebuah kritik yang mana sangat diperlukan untuk keseimbangan kebijakan. Tapi yang baik adalah kritik bersifat membangun, bukan tendensius,” pungkasnya. (bay)

































































