CIANJUR – Dinas Kesehatan (Dinkes) Cianjur mengimbau masyarakat berkolaborasi dengan pemerintah mencegah kasus stunting. Salah satunya meningkatkan kesadaran masyarakat.
Kepala Dinkes Kabupaten Cianjur, I Made Setiawan, mengatakan stunting dapat dicegah dengan peningkatan kesadaran terhadap risiko yang dapat dimulai dari tingkat keluarga. Seperti diketahui, stunting merupakan kondisi gagal tumbuh akibat kekurangan gizi kronis, terutama pada periode 1.000 hari pertama kehidupan.
“Masa ini dikenal sebagai fase paling krusial dalam menentukan perkembangan otak, kemampuan belajar, serta kesehatan jangka panjang seorang anak,” kata Made, Kamis, 20 November 2025.
Stunting bukan sekadar soal tinggi badan, melainkan berkaitan dengan risiko rendahnya kecerdasan, lemahnya daya tahan tubuh, serta keterbatasan produktivitas ketika mereka tumbuh dewasa.
“Isu stunting juga terlihat dari besarnya ancaman yang ditimbulkan pada sektor sosial dan ekonomi. Apabila jumlah kasus stunting tinggi, maka hal ini akan menurunkan daya saing bangsa di tengah tuntutan global yang semakin kompleks,” paparnya.
Pencegahan stunting tidak bisa hanya dilakukan dengan memberikan asupan gizi yang cukup, tetapi juga memerlukan sinergi antara edukasi kesehatan, peningkatan sanitasi lingkungan, serta akses layanan kesehatan ibu dan anak.
“Orangtua harus memahami pentingnya pemberian gizi seimbang sejak masa kehamilan hingga anak mencapai usia dua tahun,” pungkasnya. (bay)































































