CIANJUR – Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Cianjur segera memetakan rencana pembangunan dua sekolah. Upaya itu dilakukan menyusul akan adanya bantuan pembangunan dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menegah (Kemendikdasmen) bagi sekolah terdampak bencana.
Kepala Disdikpora Kabupaten Cianjur, Ruhli Solehudin, mengaku segera menindaklanjuti instruksi dari Bupati Mohammad Wahyu dan Wakil Bupati Ramzi Geys Thebe terhadap rencana tersebut. Menurutnya, pemetaaan untuk menilai kelayakan dua sekolah yang menjadi prioritas pembangunan.
“Kami tengah melaksanakan mapping sekolah mana saja yang akan jadi prioritas dibangun, terutama yang terdampak bencana,” kata Ruhli, Rabu, 9 April 2025.
Salah satu indikator penilaian yakni sekolah yang tidak memiliki ruang kelas untuk kegiatan belajar mengajar siswa. Artinya, selama ini siswa di sekolah tersebut masih belajar di luar ruang kelas.
Hasil pemetaan sementara, Disdikpora akan memprioritaskan sekolah yang terdampak bencana gempa bumi pada 2022 dan bencana hidrometeorologi tahun 2024. Berdasarkan data, ada 6 kecamatan yang terdapat sekolah terdampak gempa bumi.
“Pada 2022, ada bangunan sekolah yang rusak tersebar di 10 kecamatan. Dari keseluruhan, baru sebagiannya sudah terakomodir. Ada yang belum terakomodir seperti di Kecamatan Cipanas, Pacet, dan Sukaresmi,” kata Ruhli.
Pun bangunan sekolah terdampak bencana hidrometeorologi pada 2024 tersebar di 10 kecamatan. Mayoritas berada di Kecamatan Takokak.
Menurut Ruhli, semua pihak harus mengapresiasi upaya yang dilakukan Wakil Bupati Cianjur Ramzi Geys Thebe. Beliau bertemu langsung dengan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti yang pada akhirnya bisa mendapatkan bantuan pembangunan sekolah.
“Kita patut bersyukur atas lompatan atau akselarasi dari Pak Wabup Ramzi Geys Thebe yang berkomunikasi langsung dengan Pak Menteri,” pungkasnya. (bay)































































