CIANJUR– Sejumlah siswa MAN 1 Cianjur mengalami trauma usai diduga keracunan setelah menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG).
Hal tersebut diungkapkan Reni, orangtua Rafa salah satu siswa kelas XII MAN 1 Cianjur.
Reni mengaku, usai kejadian itu sang anak enggan mengonsumsi menu makanan MBG yang biasa diberikan di sekolah lantaran takut peristiwa tersebut terulang kembali.
Menurut Reni, anaknya kini lebih memilih untuk membawa bekal makanan dari rumah meski sedikit repot.
“Gak mau lagi makan MBG, mending bawa bekal dari rumah. Traumanya itu pas muntah-muntah,” tutur Reni, Senin 22 April 2025.
Reni mengungkapkan, tidak hanya anaknya, teman-temannya pun sama hal mengalami trauma usai keracunan setelah menyantap program MBG.
“Teman-temanya juga sama, mending bawa bekel saja, dari pada seperti ini,” ujarnya.
Menurutnya, kondisi Rafa kini mulai berangsur membaik dan menjalani masa pemulihan di rumah.
“Sudah berangsur pulih jam 12 malam dinyatakan bisa pulang. Saat ini sedang masa penyembuhan di rumah,” paparnya.
Sementara itu, Humas MAN 1 Ciranjang, Rahman Jaenudin menjelaskan, tercatat hingga kini sudah ada 155 siswa yang diduga mengalami keracunan.
“Ada yang dibawa ke Rumah Sakit, Puskesmas, dan penanganan secara mandiri terkonfirmasi sebanyak 115 orang. Sedangkan yang menerima menu MBG sekitar 700 orang,” kata Rahman.
Rahman menyebutkan, program MBG di MAN 1 Cianjur saat ini dihentikan terlebih dahulu. “Sementara program MBG di MAN 1 Cianjur dihentikan dulu,” pungkasnya. (bay)































































