CIANJUR – Sedikitnya tujuh Desa di Kecamatan Cibinong rawan mengalami kekeringan. Kondisi itu tak terlepas kemarau panjang atau El Nino.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Cianjur, Samudra Wira Purnama, mengaku telah menerima informasi dari tujuh kepala desa yang melaporkan terjadinya krisis air di masing-masing wilayah. Aktivitas masyarakat pun turut terdampak.
“Laporan berasal dari Desa Margaluyu, Hamerang, Batulawang, Pananggapan, Ciburial, Pananggapan, dan Panyindangan,” kata Samudra, Rabu, 15 Juli 2026.
BPBD segera berkoordinasi dengan para camat untuk mendata wilayahnya yang terdampak kemarau. Sekaligus juga BPBD mengimbau berbagai upaya pencegahan.
“Kami sudah menyebarkan imbauan sejak Juni lalu agar warga menghemat penggunaan air, tidak membakar lahan maupun sampah, serta menjaga kawasan resapan air dengan tidak menebang pohon sembarangan,” ujarnya.
BPBD juga tengah menyiapkan draf Surat Keputusan (SK) siaga darurat kekeringan tingkat kabupaten dengan dasar penetapan status siaga kekeringan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat yang berlaku hingga 30 September 2026.
Samudra menyebut, pihaknya segera berkoordinasi dengan intansi terkait untuk memberikan bantuan kepada wilayah yang terdampak kekeringan
“Jika kondisi memburuk, maka kami akan meminta bantuan untuk pendistribusian air kepada Perumdam dan Dinas PUTR dan lainnya,” pungkasnya. (bay)































































