CIANJUR – Perum Bulog Cianjur sudah mengetahui informasi terjadinya dugaan penyelewengan bantuan pangan berupa beras dan minyak goreng di Desa Sukapura Kecamatan Cidaun. Dugaan kasus itu terbongkar usai ratusan warga setempat berunjuk rasa ke kantor desa pada Selasa, 23 Juni 2026.
Pimpinan Perum Bulog Cianjur, Muhammad Nazwar Fuad, mengaku segera menginvestigasi usai mendapatkan informasi dugaan penyelewengan bantuan pangan.
“Sudah kami perintahkan tim. Mereka meluncur ke sana begitu mendapatkan informasi. Tim mencari tahu permasalahan yang sebenarnya,” kata Nazwar, Rabu, 24 Juni 2026.
Hasil investigasi, di wilayah itu sudah dilakukan musyawarah bersama Forkopimcam setempat yang juga dihadiri terduga pelaku. Pada forum tersebut juga disampaikan rencana penjualan ke salah satu tempat.
“Laporan ke kami ada pengakuan terduga pelaku yang berencana menjual bantuan pangan ke pasar,” ujarnya.
Bulog Cianjur juga sudah mendapatkan informasi mengenai teknis menyelewengkan bantuan tersebut.
“Bantuan tersebut merupakan sisa dari daftar penerima. Ada yang sudah meninggal dan pindah domisili. Seharusnya bantuan dialihkan malah direkayasa seolah-olah sudah terwakilkan,” paparnya.
Bulog Cianjur bakal memperkuat monitoring dan evaluasi menyusul terjadinya kasus itu. Monev dilakukan dengan melibatkan aparat penegak hukum (APH).
“Kami akan menggandeng Babinsa dan Bhabinkamtibmas setiap penyaluran bantuan pangan,” pungkasnya. (bay)




























































