Cianjur – Beragamasinya disi kini dihadapi Generasi Z di Kabupaten Cianjur, ulai di trauma bencana, hingga kecemasan akibat media sosial kini menjadi “paket lengkap” yang dihadapi Generasi Z. Tim Peneliti Universitas Putra Indonesia (UNPI) di bawah naungan LPPM UNPI mengembangkan sebuah aplikasi berbasis kecerdasan buatan bernama Wellness, yang dirancang khusus untuk membantu remaja memahami dan mengelola kesehatan mental mereka.
Penelitian ini merupakan bagian dari program Hibah Penelitian Fundamental yang disponsori oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DTPRM) Kemendikti Saintek. Fokus utamanya adalah menjawab meningkatnya persoalan kesehatan mental di kalangan Gen Z, khususnya di wilayah Cianjur yang menghadapi tekanan sosial, dampak media digital, serta trauma pascabencana gempa 2022.
Temuan lapangan menunjukkan bahwa remaja menghadapi tekanan berlapis, mulai dari tuntutan akademik, ekspektasi masa depan, hingga perbandingan sosial di media digital yang memicu rasa tertinggal. Selain itu, sebagian remaja masih mengalami kecemasan akibat trauma gempa, bahkan dipicu oleh suara keras atau getaran kecil. Di sisi lain, stigma terhadap layanan psikologis masih menjadi hambatan besar, karena banyak remaja merasa takut dinilai atau khawatir soal privasi ketika harus berkonsultasi secara langsung.
Melihat kesenjangan antara kebutuhan dan akses layanan tersebut, tim peneliti menghadirkan Wellness sebagai solusi digital yang lebih inklusif. Konsep utama aplikasi ini dirancang dalam tiga tahap: awareness (kesadaran emosi), release (pelepasan emosi), dan action (tindakan kecil untuk pemulihan).
Aplikasi ini juga dilengkapi fitur analisis mood dan evaluasi intervensi, sehingga pengguna dapat melihat perkembangan kondisi emosional mereka dari waktu ke waktu. Data tersebut tidak hanya membantu individu memahami dirinya, tetapi juga menjadi dasar pengembangan intervensi yang lebih tepat sasaran. Dalam konteks daerah dengan keterbatasan tenaga professional, di mana jumlah psikolog dan psikiater masih sangat minim, pendekatan berbasis teknologi ini menjadi alternatif yang strategis dan relevan.
Ketua tim peneliti, Dr. Astri Dwi Andriani mengungkapkan bahwa penelitian ini tidak hanya menghasilkan produk digital, tetapi juga membuka peluang intervensi kesehatan mental yang lebih inklusif. “Dengan keterbatasan tenaga professional, di Cianjur hanya tersedia sekitar 1 psikiater untuk 300 ribu penduduk, pendekatan berbasis AI dinilai menjadi alternatif strategis,” paparnya.
Astri juga menegaskan bahwa aplikasi ini bukan untuk menggantikan peran psikolog, melainkan sebagai langkah awal yang lebih mudah diakses oleh remaja. “Banyak remaja sebenarnya hanya butuh ruang aman untuk bercerita tanpa dihakimi. Wellness kami rancang sebagai teman awal yang bisa membantu mereka memahami emosi sebelum mencari bantuan lebih lanjut,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa pendekatan teknologi dipilih karena sesuai dengan karakter Generasi Z yang sangat dekat dengan dunia digital. Menurutnya, solusi kesehatan mental harus adaptif terhadap perilaku pengguna agar benar-benar efektif dan dapat diterima secara luas.
Sejumlah remaja yang terlibat dalam uji coba awal mengaku merasakan manfaat dari aplikasi ini. Dinda (19) mengatakan bahwa ia kini lebih mampu mengenali emosinya dan tidak lagi merasa bingung saat menghadapi overthinking. “Biasanya aku cuma ngerasa capek tapi nggak tahu harus ngapain. Sekarang jadi lebih ngerti diri sendiri dan ada langkah kecil yang bisa dilakukan,” tuturnya. Sementara itu, Rafi (21) menilai aspek anonimitas menjadi keunggulan utama. “Kita bisa curhat tanpa takut dinilai. Kadang yang dibutuhkan itu cuma didengar,” katanya.
Penelitian ini diharapkan menjadi langkah awal dalam membangun sistem kesehatan mental berbasis teknologi yang lebih luas dan inklusif. Dengan menggabungkan kecerdasan buatan, komunikasi terapeutik, dan pendekatan berbasis kebutuhan lokal, Wellness berpotensi menjadi model baru dalam penanganan kesehatan mental remaja, tidak hanya di Cianjur tetapi juga di berbagai daerah dengan keterbatasan akses layanan serupa.





























































