CIANJUR – Kepala Puskesmas Cikondang Kecamatan Bojongpicung, Yeni Gustiani, menanggapi santai pelaporan ke Inspektorat berkaitan dugaan penyelewengan anggaran dan penyalahgunaan wewenang. Informasinya, hasil pemeriksaan tim Inspektorat akan diumumkan pekan depan.
“Memang kemarin ada aduan masyarakat yang ditindaklanjuti Inspektorat Cianjur. Proses (pemeriksaan) tengah berjalan. Kami tinggal menunggu saja,” tegas Yeni, Selasa, 16 Desember 2025.
Yeni mengaku, proses pemeriksaan cukup mengganggu pekerjaannya. Namun dia mengaku selama pemeriksaan selalu kooperatif.
“Secara pekerjaan terganggu karena harus mengikuti serangkain tahapan pemeriksaan,” tuturnya.
Dugaan penyelewengan di Puskesmas Cikondang yang dilaporkan ke Inspektorat di antaranya dugaan penyimpangan pengelolaan dana JKN dan BOK Puskesmas tahun 2025 berupa uang yang ditransfer disimpan ke rekening pribadi bendahara dan insentif atau jasa pelayanan programer yang buku tabungan dan kartu debit dipegang bendahara.
Alokasinya lebih kurang sebesar Rp2 juta. Namun yang diterima para tenaga kesehatan kabarnya sebesar Rp650 ribu.
Dugaan lainnya yakni belanja fiktif obat serta pengadaan tenaga medis. Dokter yang bertugas di puskesmas itu dilaporkan sebanyak 3 orang, padahal faktanya hanya 2 orang.
Lalu pelaksanaan kegiatan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) yang dilaksanakan 4 bulan periode Juli-Oktober dengan anggaran Rp200 juta. Tetapi diduga hanya dibelanjakan sebesar Rp38 juta. (bay)































































