CIANJUR – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Cianjur mengkhawatirkan kondisi bayi yang terus menerus mendapat asupan air gula. Sebab, jika dilakukan terus menerus, maka bisa berdampak terhadap kondisi kesehatan.
Seperti diketahui, bayi berusia 3 bulan itu ditelantarkan ayah biologisnya. Saat ini bayi itu tinggal bersama ibunya, NR (21).
Asupan air gula terpaksa dilakukan ibunya karena keterbatasan ekonomi. Ibunya tak bisa mengeluarkan air susu ibu (ASI) eksklusif.
Di sisi lain, ibunya tak mampu membeli susu formula.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Kabupaten Cianjur, Frida Laila Yahya, menjelaskan tentu akan ada dampak negatif seandainya mengonsumsi air gula secara terus menerus. Terutama dampak terhadap pencernaan.
“Tentunya konsumsi air gula akan berdampak kepada sistem pencernaan bayi itu,” kata Frida, Rabu, 6 Agustus 2025.
Selain itu, dampak lainnya yakni tumbuh kembang anak yang bisa terganggu. Sebab, tak ada asupan gizi seimbang.
“Air gula tidak akan dapat memenuhi kecukupan gizi atau nutrisi yang diperlukan untuk perkembangan anak jika tanpa dibarengi makanan yang lain sesuai usianya,” pungkasnya. (bay)
































































