CIANJUR – Keberadaan rumah sakit di Kabupaten Cianjur belum berbanding lurus dengan jumlah penduduk. Dengan populasi mencapai 2,6 juta jiwa, idealnya terdapat 8 atau 9 rumah sakit di wilayah yang digadang-gadang terluas kedua di Jawa Barat itu.
Sejauh ini, di Kabupaten Cianjur baru terdapat 7 rumah sakit. Empat di antaranya merupakan rumah sakit pemerintah, yakni RSUD Sayang, RSUD Cimacan, RSUD Pagelaran, dan RSUD Sindangbarang.
Sisanya merupakan rumah sakit swasta yakni RS Edelweiss, RS Bhayangkara, dan RS Dokter Hafidz (RSDH).
Bupati Cianjur Mohammad Wahyu Ferdian mengatakan, idealnya diperlukan penambahan dua rumah sakit untuk menjangkau cakupan layanan kesehatan masyarakat. “Secara data, minimal bisa ditambah 1 atau 2 lagi rumah sakit lagi, sehingga bisa mengcover layanan kesehatan penduduk Kabupaten Cianjur,” kata Wahyu, Kamis, 10 April 2025.
Penambahan rumah sakit diperlukan di wilayah selatan Kabupaten Cianjur. Sekalipun saat ini sudah ada dua rumah sakit di wilayah selatan, tapi relatif masih kurang.
“Wilayah selatan itu cukup luas. Jadi, perlu penambahan rumah sakit lagi. Kalau di wilayah utara sudah relatif cukup,” ungkapnya.
Wahyu mengaku akan mengkaji rencana penambahan rumah sakit itu. Terutama lokasi yang dinilai tepat membangun rumah sakit.
“Mengenai titiknya nanti kami kaji sesuai dengan kepadatan dan sebaran penduduk,” pungkasnya.(bay)































































