CIANJUR – Kisah pilu dialami satu keluarga yang mengalami kelumpuhan di Kampung Sumedang RT01/01 Desa Bojongkasih Kecamatan Kadupandak. Mereka merupakan kakak-beradik yang sudah puluhan tahun mengidap penyakit tersebut.
Adalah Rupiah (60), Yayah (75), Patimah (63), Salamah (55), Saepudin (52) dan Omo (50). Mereka hanya bisa melakukan aktivitas di rumah.
Untuk makan dan kebutuhan lainnya mereka mengandalkan pemberian dari kerabat, masyarakat, dan pemerintah desa setempat.
Rudianto (31) salah satu kerabat, menjelaskan anak dari kakek dan neneknya berjumlah 9 orang. Saat beranjak remaja, enam orang anak kakeknya tiba-tiba mengalami panas tinggi disusul kejang demam atau step.
Sementara bapaknya Rudianto dan dua saudara lainnya tidak mengalami gejala serupa.
“Dulu itu terserang penyakit merah. Jadi kulitnya berwarna merah seperti bisul tetapi bukan bisul. Dari gejala panas itu kemudian mengalami step atau demam dan kejang,” kata Rudianto, Kamis, 15 Mei 2025.
Seiring berjalannya waktu, Yayah dan Fatimah mengalami kondisi lumpuh total. Sementara Rupiah, Salamah, Saepudin, dan Omo masih berjalan namun tertatih-tatih. Mereka harus rutin diberikan obat khusus.
“Kondisinya sudah puluhan tahun. Dua orang mengalami lumpuh total. Kalau yang empat orang lagi bisa jalan hanya tidak stabil. Apalagi kalau habis obat, sama sekali tidak bisa jalan,” ujarnya.
Saat ini, semua bibi dan pamannya sudah kehabisan obat. Kondisi itu berdampak terhadap kesehatan mereka.
Terakhir kali mereka mendapatkan obat khusus pada 2024 yang merupakan bantuan dari Kementerian Sosial.
“Obatnya khusus dan agak susah, harus pakai resep. Harganya juga mahal,” paparnya.
Sehari-hari, kebutuhan makan mereka serba pas-pasan. Selama ini para kerabatnya itu sudah banyak yang membantu.
“Kalau kebutuhan buat makan ada dari bantuan keluarga, warga, dan pemerintah desa. Alhamdulillah masih diperhatikan,” ungkapnya.
Dia berharap ada bantuan dari pemerintah untuk kelangsungan hidup para paman dan bibinya yang memiliki penyakit langka itu.
“Mudah-mudahan ada perhatian, terutama obat-obatan sangat diperlukan sekali,” pungkasnya. (bay)






























































