CIANJUR – Rekaman suara Kepala Desa Sukaluyu Uher Suherman yang dinilai menjelek-jelekan dan menghina desa lain soal program ketahanan pangan akhirnya terungkap. Kabarnya, rekaman suara itu dibuat kepala desa tiga tahun lalu atau saat pandemi Covid-19.
Terungkapnya rekaman suara tersebut setelah Camat Sukaluyu Saripudin mengklarifikasi langsung ke Kepala Desa Sukaluyu.
“Rekaman itu dibuat pada tahun 2021,” kata Saripudin, Jumat, 20 Desember 2024.
Saripudin mengatakan, berdasarkan pengakuan Kepala Desa Sukaluyu, rekaman suara itu dibuat karena tersinggung dengan pernyataan salah satu ketua Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan).
“Pada waktu itu yang bersangkutan terpancing pernyataan Ketua Gapoktan yang meminta agar semua program ketahanan pangan diserahkan kepada mereka,” tutur Saripudin.
Meskipun telah mendapatkan klarifikasi, tapi Saripudin menyesalkan adanya perbuatan itu. Dia pun meminta agar kejadian ini ke depan jadi pembelajaran.
“Harus menjaga lisan. Seorang pemimpin itu jangan terlalu mudah mengeluarkan kata-kata yang menyinggung perasaan orang lain. Jangan diulang. Saling introspeksi serta mengingatkan satu sama lain di antara para kades maupun perangkatnya,” pungkasnya.
Diberitakan sebelumnya, beredar rekaman diduga Kades Sukaluyu Uher Suherman yang terkesan menjelek-jelekan dan menghina desa lainnya dalam hal program ketahanan pangan.
Pada rekaman suara percakapan berdurasi 2 menit 19 detik itu, Uher awalnya menjelaskan pandangan beberapa orang yang termasuk kelompok tani tentang program ketahanan pangan untuk gabungan kelompok tani (Gapoktan).
Padahal, menurut Uher, program itu untuk kebutuhan warga Sukaluyu dalam rangka meningkatkan perekonomian. Terutama pada sektor pertanian dan perikanan saat pandemi Covid-19. (bay)
































































