CIANJUR – Tokoh santri Cianjur, H Fawaid Abdul Qudus, mengecam pentas musik yang menghadirkan Disc Jockey (DJ) di Alun-alun Cianjur. Rekaman video pentas musik itu viral di berbagai platform media sosial (medsos).
Aa Fawa, sapaan H Fawaid Abdul Qudus, menyatakan acara DJ yang dikemas pentas seni itu digelar di Alun-alun Cianjur. Ironisnya, lokasinya berdekatan ke Masjid Agung Cianjur yang dinilai kontradiktif dengan kegiatan tersebut.
“Sangat melukai barisan kyai, para santri pesantren, bahkan masyarakat Cianjur. Selama ini Cianjur melekat sebagai Kota Santri,” kata Aa Fawa, Jumat, 29 Agustus 2025.
Aa Fawa menyebut, acara DJ yang diselenggarakan merupakan budaya barat yang jauh dari nilai-nilai kepribadian Cianjur. “Pentas seni sah-sah saja, karena nilainya keindahan. Tetapi kenapa kita harus terjebak dengan budaya barat yang jauh dari tiga pilar budaya, Ngaos, Mamaos, Maenpo,” ujarnya.
Dia pun meminta agar MUI dan DKM Masjid Agung Cianjur segera bertindak atas penyelenggaraan acara DJ di Alun-alun Cianjur.
“MUI Cianjur bertindak tegas, Masjid Agung Cianjur pun harus menjaga marwahnya,” paparnya.
Aa Fawa menegaskan, para santri di Cianjur akan terus mengawal atas tindakan penyelenggaran DJ yang mencoreng nama baik Kota Tatar Santri.
“Catat baik-baik!. Kami kaum santri pantang mundur melangkah, pantang mundur setelah bergerak,” pungkasnya. (bay)































































