CIANJUR – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cianjur terus berupaya melestarikan Pandanwangi. Padi ini merupakan varietas unggulan ciri khas wilayah tersebut.
Upaya pelestarian salah satunya dilakukan dengan menjaga ketersediaan benih unggul. Benih padi tersebut dikelola dengan baik di UPTD Benih Induk Pertanian Pandanwangi Dinas Tanaman Pangan Holtikultura Perkebunan dan Ketahanan Pangan (TPHPKP) Kabupaten Cianjur yang berada di Kampung Cilunjang Desa Sukamulya Kecamatan Warungkondang.
Kepala UPTD Benih Induk Pertanian Pandanwangi TPHPKP Cianjur, Ihwan Munajat, menjelaskan, setiap musim, jumlah benih ditanam di lahan seluas 5 hektare setelah melalui 4 proses tahapan.
“Sebelum ditanam, benih melalui empat proses ialah seleksi atau pendahuluan, masa vegetatif, fase berbunga, sampai fase masak,” tutur Ihwan, Selasa, 24 Februari 2026.
Benih yang berhasil dipanen disimpan di gudang khusus dan siap diperjualbelikan kepada masyarakat dengan harga terjangkau.
“Kalau bibit padi pandanwangi dalam bentuk malai harganya Rp25 ribu per kg dan bentuk kemasan Rp175 ribu per 5 kilogram,” ujarnya.
Selain itu, benih padi pandanwangi sebagian juga ditanam di area persawahan milik Pemkab Cianjur di Kampung Budaya Pandanwangi di Desa Tegallega Kecamatan Warungkondang sebagai upaya siklus ketersediaan benih.
“Penanaman benih padi pandanwangi nantinya untuk dijadikan benih kembali,” paparnya.
Ihwan menyebut, hasil penjualan benih padi pandanwangi menjadi salah satu sumber pendapatan asli daerah (PAD) yang masuk ke kas Pemkab Cianjur.
“Setiap tahun kami dibebani PAD Rp500 juta. Pendapatannya diperoleh dari penjualan benih padi pandanwangi dan penanaman padi jenis PUB,” pungkasnya. (bay)






































































