CIANJUR – Warga di enam kampung di Desa Sukakerta Kecamatan Kadupandak terancam terisolasi. Pasalnya, akses jalan ke enam kampung terputus akibat banjir dan tanah longsor.
Bencana yang terjadi pada Rabu, 4 Desember 2024 itu juga mengakibatkan sebanyak 85 jiwa warga setempat harus diungsikan. Mereka dievakuasi ke balai desa serta ke rumah kerabatnya.
Kepala Seksi Pemerintahan Desa Sukakerta Noval Riana mengatakan, akses jalan yang terputus saat ini hanya dapat ditempuh dengan berjalan kaki. Bisa saja dilalui menggunakan sepeda motor, namun cukup berisiko.
“Masih bisa dilalui dan masih bisa lewat roda dua. Sedangkan roda empat bisa masuk atau keluar melalui jalan ke Kecamatan Cidadap Kabupaten Sukabumi. Tapi itu sangat jauh. Harus memutar,” kata Noval, Kamis 5 Desember 2024.
Noval menuturkan, dampak bencana tak hanya menyangkut akses jalan, tapi juga kondisi para pengungsi. Saat ini para pengungsi membutuhkan berbagai keperluan dasar.
“Para pengungsi membutuhkan selimut, obat-obatan, serta alat mandi seperti sabun, sikat gigi, dan pasta gigi. Kemudian pampers anak, sembako, dan makanan siap saji,” pungkasnya.
Enam titik yang terdampak bencana meliputi Kampung Babakan Sumur RT 001/003, Kampung Pasir Muncang RT 001/001, Kampung Cijambe RT 003/002, Kampung Wargaluyu RT 003/004, Kampung Pamoyanan RT 003/003, dan Kampung Cidahu RT 002/001. (bay)
































































