CIANJUR – Angka prevalensi kasus stunting di Kabupaten Cianjur terus mengalami penurunan. Tahun ini hingga pertengahan tahun angkanya di kisaran 7,3 persen.
Kepala Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak (DP3AP2KB) Kabupaten Cianjur, Amad Mutawali, mengatakan terdapat penurunan angka stunting tahun ini. Meskipun turun, namun persentasenya tidak terlalu signifikan.
“Kasus stunting kita sekarang 7,3 persen. Ada penurunan karena sebelumnya kisaran 11,4 persen,” kata Amad, Kamis, 14 Agustus 2025.
Pemkab Cianjur terus menargetkan penurunan angka stunting. Secara teknis, DP3AP2KB berupaya melakukan pencegahan terjadinya kasus baru stunting.
“Kalau kami kan lebih kepada pencegahan bagaimana supaya tidak ada kasus stunting baru,” ujarnya.
Penanganan stunting dilakukan secara kolaboratif. DP3AP2KB terus berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan (Dinkes).
“Kami fokus penanganannya di Keluarga Resiko Stunting (KRS). Secara teknis KRS ini sasaran kita. Kalau yang sudah terindikasi ditangani Dinkes,” pungkasnya. (bay)































































