CIANJUR – Bidang Pemuda dan Olahraga Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Cianjur mengusulkan pengelolaan Stadion Badak Putih dikerjasamakan dengan pihak ketiga. Pasalnya, pemerintah daerah mengalami keterbatasan anggaran mengelola stadion legendaris tersebut.
Kepala Bidang Pora Disdikpora Cianjur Dera Firman Fachruzi mengaku, secepatnya akan menempuh proses pengalihan pengelolaan Stadion Badak Putih dari Pemkab Cianjur ke pihak ketiga.
“Saat ini kami dan KONI sedang berkoordinasi untuk menentukan pihak ketiganya siapa. Saya sudah laporan ke Kadisdikpora. Pak Kadis menanggapi dengan positif. Secepatnya akan dilakukan,” kata Dera, Kamis, 14 Agustus 2025.
Dera mengaku, alasan pengelolaan dilakukan pihak ketiga karena pemerintah daerah tidak memiliki cukup anggaran. Terutama pembangunan untuk memoles sarana olahraga sepakbola itu bertaraf nasional seperti Stadion Sijalak Harupat Bandung.
“Kisaran pembangunan stadion bertaraf nasional itu membutuhkan biaya hampir Rp10 miliar. Kami ingin tribun dibangun secara layak dan rumputnya sintetis. Di belakang stadion sekarang menjadi lapangan bola voli bisa menjadi lahan parkir,” ujarnya.
Dera berharap, pengelolaan Stadion Badak Putih secara profesional oleh pihak ketiga dapat meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
“Harapannya, PAD kita meningkat lebih baik karena pihak ketiga pasti akan mengelolanya jauh lebih profesional,” pungkasnya. (bay)






































































