CIANJUR – Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Cianjur masih terpuruk. Posisinya berada paling bontot di antara daerah lain di Jawa Barat.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jawa Barat, angka IPM Kabupaten Cianjur kisaran 60-69,99. Angkanya nyaris sama dengan Kabupaten Garut dan Kabupaten Tasikmalaya.
Bupati Cianjur Mohammad Wahyu Ferdian tak memungkiri dengan kondisi tersebut. IPM Kabupaten Cianjur berada pada peringkat bawah di Jawa Barat.
“Kita akui, IPM berada paling rendah dengan indikator meliputi ekonomi, pendidikan, dan kesehatan,” kata Wahyu, Selasa, 8 April 2025.
Dari indeks ekonomi, kata Wahyu, pemerintah daerah sedang berusaha meningkatkan perekonomian masyarakat. Satu di antaranya memperbaiki infrastruktur sebagai penunjang kegiatan ekonomi.
“Perbaikan infrastruktur itu meliputi jalan kabupaten, desa, dan jalan lingkungan,” ucapnya.
Upaya lainnya dilakukan dengan menekan angka pengangguran. Pemkab Cianjur sudah menyusun rencana meningkatkan kemampuan calon tenaga kerja dengan mengaktifkan kembali Balai Latihan Kerja.
“Termasuk nanti kita akan membuka Mall Pelayanan Publik,” ujar dia.
Wahyu menuturkan, Pemkab Cianjur juga mempermudah perizinan. Dengan langkah itu maka diharapkan bisa menarik minat investor berinvestasi yang pada akhirnya bisa menyerap tenaga kerja.
“Rencana ini sejalan dengan Pemprov Jabar yang sudah membuat Satgas Premanisme. Jadi nanti iklim investasi bisa berjalan kondusif yang didukung kemudahan perizinan berusaha,” sebutnya.
Sementara untuk mendongkrak indeks pendidikan, Pemkab Cianjur sudah merealokasi anggaran yang dianggap tidak terasa langsung kepada masyarakat.
Hasil realokasi anggaran akan digunakan membuat Ruang Kelas Baru (RKB).
“Terutama yang berada di daerah pelosok,” imbuh Wahyu yang menyandang gelar dokter ini.
Sedangkan pada sektor kesehatan, Pemkab Cianjur tengah memperjuangkan Kabupaten Cianjur menjadi daerah Universal Health Coverage (UHC) atau Jaminan Kesehatan Semesta.
“Kalau itu sudah tercapai kurang dari 5 tahun, maka masyarakat bisa berobat hanya menggunakan KTP,” pungkasnya. (bay)































































