CIANJUR – Kementerian Agama RI berencana mengangkat 630 ribu guru madrasah swasta menjadi pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK). Rencana itu pun disambut positif
Kementerian Agama Kabupaten Cianjur, terlebih sampai saat ini masih terdapat sebanyak 4.004 guru madrasah berstatus honorer.
Kepala Seksi Pendidikan Madrasah Kantor Kemenag Kabupaten Cianjur, Budi Lukman, mengatakan kabar pengangkatan guru madrasah swasta menjadi PPPK merupakan harapan bagi para tenaga pengajar. Kemenag Kabupaten Cianjur pun akan terus mendorong tingkat kesejahteraan para guru.
“Pasti menyambut baik. Itu harapan para guru honorer madrasah,” kata Budi, Senin, 23 Februari 2026.
Kemenag Kabupaten Cianjur belum menerima informasi lebih detail teknis pengangkatan guru honorer madrasah menjadi PPPK. “Hingga kini belum ada juklak dan juknisnya. Kami masih menunggu informasi dari Kemenag RI,” ujarnya.
Saat ini jumlah guru honorer swasta terbagi menjadi beberapa status, passing grade, nonpassing grade, dan belum sertifikasi dengan gaji bervariarif.
“Gaji bagi yang sudah inpassing tergantung golongannya. Yang belum inpassing tapi sudah sertifikasi besarannya Rp2 juta per bulan. Bagi yang belum sertifikasi baru mendapatkan insentif dari Kemenag RI rata-ratak Rp250 ribu per bulan,” pungkasnya. (bay)





































































