CIANJUR – Kunjungan wisatawan ke situs megalitikum Gunung Padang di Desa Karyamukti Kecamatan Campaka cenderung turun bertepatan libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026. Kondisi itu satu di antaranya dimungkinkan akibat cuaca ekstrem berupa tingginya curah hujan
Staf pengelola situs Gunung Padang, Soleh, mengatakan dibanding musim libur Nataru tahun lalu, tingkat kunjungan wisatawan tahun ini relatif sedikit. Dia mengestimasi pengurangan tingkat kunjungan sekitar 10 persen.
“Salah satu penyebabnya karena faktor cuaca. Akhir-akhir ini sering terjadi cuaca ekstrem berupa hujan lebat disertai angin,” kata Soleh, Jumat, 2 Januari 2026.
Situs megalitikum Gunung Padang terbilang cukup fenomenal. Pasalnya, situs yang diperkirakan berusia 10 ribu-25 ribu tahun sebelum masehi itu digadang-gadang merupakan tempat dimulainya peradaban manusia.
Meskipun masih jadi bahan perdebatan, tapi situs megalitikum Gunung Padang banyak dikunjungi wisatawan domestik maupun mancanegara. Mereka datang tak hanya berwisata, tapi juga ada yang berkunjung untuk melakukan riset ataupun tugas sekolah.
“Kunjungan masih didominasi wisatawan lokal. Digabungkan dengan wisatawan dari luar daerah, jumlah kunjungan wisatawan selama libur Nataru sekitar 913 orang,” tuturnya.
Sementara jumlah wisatawan mancanegara yang berkunjung di kisaran puluhan orang.
“Kalau wisatawan mancanegara sekitar 22 orang,” pungkasnya. (bay)

































































